>Kerja Di Rumah, Emang ‘Napa? – By Anang YB

>RESENSI BUKU V
Kerja Di Rumah, Emang ‘Napa? – By Anang YB

ISBN 978 – 979 – 22 – 5104 – 3, GM 204 01 09 0144 Non Fiksi
Judul : Kerja Di Rumah, Emang ‘Napa?
Editor: dra. Eni Setiati
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, Kompas Gramedia Building Blok I Lt. 4 – 5 Jl. Palmerah Barat No. 29 – 37 Jakarta 10270

Apa yang ada di benak pembaca saat melintas di toko buku, lalu membaca Judul Buku ini? Semacam tantangan kah yang ada pikirkan? Saya pun berfikir demikian, jika hal tersebut adalah benar. Kerja Di Rumah, Emang ‘Napa? Seperti menjawab segala cibiran atau pandangan miring orang pada umumnya bila mendengar kalimat “Kerja Di Rumah.”

Penasaran dibuatnya, saya membaca isi buku yang bersampul kuning ini. Sampul depan dengan berilustrasi penulis dan kedua anaknya sedang melihat isi laptop ayah mereka, serta uang yang bertumpuk disebelah mereka. Saya mengerti maksud dari judul buku yang seperti menantang siapapun yang membacanya. Karena isi buku ini adalah ungkapan hati dan pengalaman serta semacam pembelaan diri sang penulis saat memutuskan untuk kerja di rumah.

Tutur kata yang disampaikan penulis memang seperti memancing emosi pembaca. Tetapi jangan terpancing dahulu sebelum selesai membaca sampai akhir, karena tidak akan menemukan maksud dan trik yang ditulis oleh penulis pada bagian akhirnya. Penulis menyebutkan bahwa buku ini merupakan sebuah kumpulan surat buat para pembaca atau lebih akrab disapanya Sahabat.

Pandangan miring dan hal yang tak lazim apabila seorang suami membanting setir dengan menjadi pekerja rumah pasti akan diterima. Sedangkan sang istri mencari nafkah sebagai orang kantoran. Hal inilah yang menjadi tulisan awal dari surat-surat penulis kepada para sahabat pembacanya. Dimana kesepakatan penulis dengan istrinya untuk menjalani mencari nafkah dengan cara demikian.

Bahasanya sangat santai yang digunakan penulis dalam buku eeh suratnya ini. Sambil menikmati pisang goreng pun dapat menangkap maksud dari suratnya. Di jamin membaca buku ini tidak akan mual karena terlalu banyak berfikir atau cepat menutup buku karena baru beberapa lembar sudah bosan membacanya. Sebanya, Anang YB, sebagai penulis berhasil menyihir pembacanya dengan kalimat yang sangat indah sehingga tak terasa sudah habis dibaca.

Seperti halnya sebuah surat, setiap bagian dari masalah diceritakan secara menyeluruh tidak lompat-lompat. Satu bagian cerita diselesaikan sampai habis lalu melanjutkan kecerita berikutnya. Bukan hanya terlena akan pengalaman hidupnya saat dan ketika menjalani bisnis dari rumah. Tetapi surat penulis ini membuat saya berfikir akan apa yang disampaikannya.

Penulis menceritakan beberapa trik dan tips bagi keluarga atau pasangan suami istri yang hendak banting setir kerja di rumah. Penulis yang juga seorang geografer , mempunyai berbagai macam tulisan yang tertuang dalam blognya. Pemikirannya dan pengalamannya dalam tulisan digunakan untuk memperkenalkan pekerjaannya ini. Bebagai contoh jenis pekerjaan yang dapat dilakoni para calon pekerja di rumah. Setiap jenis pekerjaan itu ditulis detail dan terperinci oleh penulis. Bagaimana penulis bisa mengetahui sedemikian detailnya ya?

Salah satu cara adalah dengan menjalin sebuah network atau kekerabatan. Pesahabatan dengan berbagai macam orang dan kalangan pun diceritakan secara terbuka oleh penulis. Bagaimana seorang rekan bisnis menghianatinya, mengambil bonus dan sebagainya saat penulis menjalankan pekerjaannya. Tak segan penulis menceritakan semua pengalaman buruknya dalam suratnya yang setebal 152 halaman ini.

Bagian akhir suratnya, diselipkan sebuah tanya jawab penulis dengan salah seorang pelaku bisnis rumahan. Ibu Novi yang seorang lulusan Master Geomatic Engineering di Jerman, yang memilih buka usaha rumahan dan berhenti dari pekerjaannya disebuah perusahaan gas dan minyak. Usaha menjual batik Cirebon dan jilbab yang dirintis bersama dua orang sahabatnya. Alasannya lebih memilih kerja dirumah daripada dikantor dijelaskan lewat tanya jawab dengan penulis. Dengan gaya yang santai dan ramah ia menjawab setiap pertanyaan penulis.

Rasanya saat ini memilih profesi bekerja sebagai orang rumahan bukan hal yang tabu untuk dijalankan. Dan mungkin dengan sedikit ilmu dan pengalaman yang dibagikan penulis dan pengalaman Ibu Novi dapat menginspirasi siapa saja. Kerja Di Rumah, Emang ‘Napa? Toh sama-sama bisa menghasilkan keuntungan selain bekerja kantoran. Dan sudah banyak yang membuktikannya. 🙂

Jakarta, 25 April 2011
By Veronica Setiawati
Email : mawarputih23@gmail.com
https://g1g1kel1nc1.wordpress.com

>Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari – by Anang YB

>RESENSI BUKU IV
Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari – by Anang YB

ISBN : 978 – 602 – 8687 – 22 – 5
Judul Buku : Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari / Anang YB
Cet.I 2011; 150 x 230mm ; 120hlm
Penerbit : Pustaka Grhatama, Gedung Galangpress Centre Jln Mawar Tengah No. 72 Baciro Yogyakarta 55225 telp 0274 554985 , 554986 , Fax 0274 556086

Ketika saya sedang berseluncur di internet, saya menemukan buku ini ada disebuah website milik penerbit. Saya tertarik dengan sampul depannya yang sangat sederhana. Mungkin juga karena saya ingin membuktikan isi buku penulisnya dalam status di FB-nya mengenai buku ini.

Dengan memberanikan diri, saya membeli buku ini dengan sistem online. Beberapa hari sudah saya terima dirumah. Ternyata memang menarik isinya, bahasanya mudah dan seperti membaca cerita seorang anak remaja yang asik dengan hobby mengarangnya. Dan memang buku ini ditujukan bagi para remaja yang mempunyai kemauan untuk menjadi pengarang atau penulis cilik.

Seperti halnya sebuah cerita anak remaja, dukungan dari orangtua menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Penulis menceritakan betapa dekatnya anak remaja yang telah menjadi pengarang cilik ini, dengan kedua orangtuanya. Bentuk dukungan dan keakraban dari orangtua atas dirinya terlihat dari isi buku dari awal hingga akhir. Penulis memaparkannya dengan sangat apik dalam bukunya. Walaupun dibungkus dengan cerita keluarga tetapi tujuan utama dari buku ini dapat jelas terbaca.

Ternyata, setelah membaca isi buku yang terdiri atas 15 bagian ini membuat saya semakin menyukai dunia mengarang. Dan bukan hal yang sulit untuk menjadi seorang pengarang dan bisa menang jika mengikuti sebuah lomba mengarang. Beberapa tips menarik dan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya dituangkan dengan sangat menarik oleh Anang YB, sebagai penulisnya.

Pesan-pesan yang tertulis di kulkas , susunan kata yang berasal dari kamus, atau dengan berbalas pantun, menonton televisi atau mengembangkan cerita lama dapat menjadi ide untuk memulai penulisan. Kemudian ide-ide tersebut ditulis ulang dalam sebuah tulisan yang lebih rapi.

Nah, kalau ide datang di saat yang tidak tepat, misalnya sedang dijalan atau jauh dari komputer dan tidak membawa alat tulis, bagaimana? Penulis menjawab kekawatiran itu dengan memberikan solusi yang sederhana di dalam buku ini.

Begitupun saat menciptakan tokoh-tokoh dalam tulisan serta lokasi yang mendukung dalam cerita yang dibuat. Buku ini juga memberikan solusi yang praktis. Sehingga setiap pembaca buku ini seperti menemukan mata air, dikarenakan mungkin saja saya atau penulis lain saat membuat jalan cerita , pada akhirnya mentok pada lokasi tertentu saja.

Setelah semua masalah tersebut diatas terjawab, ada lagi solusi yang dipaparkan oleh penulis. Karangan yang menarik tentunya akan membuat pembacanya tertarik membacanya sampai habis atau hingga mungkin dapat membacanya berulang kali. Ada rahasia yang diungkapkan penulis di buku ini, agar karangan yang dibuat begitu menarik dibaca dan tidak monoton. Selain itu ada beberapa trik menarik yang dibutuhkan seorang pengarang supaya dapat menyelesaikan tulisannya lebih cepat dan saat mengedit tulisan yang sudah rampung tersebut.

Hmm.. Setelah membaca buku ini dijamin Anda yang memikirkan cara mengarang yang baik akan menemukan jawabannya. Buku ini tidak akan membuat kening pembaca menjadi berkerut saat membaca. Apalagi bagi anak sekolah yang masih duduk di SD-SMP pun akan dapat mencerna dengan baik apa yang disampaikan oleh penulis.

So, para pengarang muda dan Anda yang cinta dengan dunia tulis menulis, jangan ragu untuk memiliki buku ini yang kini telah menjadi “Kitab Sakti Penulis Tulen”!

Jkt, 22 April 2011
Oleh : Veronica Setiawati
Mail to : mawarputih23@gmail.com

>Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL – by Bambang Suharno

>Resensi Buku III
Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL – by Bambang Suharno

ISBN : 979-489-985-2
Judul buku : Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol / Bambang Suharno
Cet.2 – Jakarta : penebar Swadaya, 2006 , iv +116 hlm; ilus; 18cm
Penerbit : Penebar Swadaya Wisma Hijau Jl. Raya Bogor Km. 30 Mekarsari Cimanggis Bogor 16952 , telp 021-8729060,8729061 fax : 021-87711277

“Mungkin Anda salah seorang yang menunda-nunda memulai suatu usaha dengan alasan tidak punya modal, padahal Anda hanya takut gagal.” Demikian kutipan yang terdapat di sampul muka buku ini. Entahlah mungkin kata-kata yang tertulis dijudul buku tersebut sehingga tangan saya mengambil buku ini dan membayarnya di toko kasir.

Saya ingin mempunyai usaha atau setidaknya diri saya ingin saya kembangkan menjadi pelaku usaha atau owner. Lembar demi lembar buku yang memakai kertas HVS ini menceritakan banyak kisah. Kisah yang diangkat adalah pejual es campur yang sudah bertahun-tahun dan sudah berpindah tempat. Dan seorang perantau yang memulai usaha hanya bermodal Rp 70.000 hingga sekarang mempunyai usaha kursus sendiri.

Setiap kata yang disampaikan sangat mudah dipahami. Tips dan petunjuk praktis juga dijelaskan secara gamlang dan terbuka. Apa yang akan dihadapi jika memulai usaha , kemudian menghadapi persaingan, pemasaran produk dan sebagainya. Selain itu juga ilustrasi yang lucu ditampikan dibeberapa halaman membuat pembaca dapat lebih santai menyantap isi buku Bambang Suharno ini.

Disebutkan oleh penulis bahwa untuk memulai bisnis diperlukan modal. Modal yang kita miliki dapat berupa otak kreatif kita dan jaringan persahabatan yang kita miliki. Jadi tidak selalu dalam bentuk uang. Selain itu semangat dan cita-cita yang tinggi serta keyakinan yang kuat untuk menjalani usaha. Pilihan usahapun bermacam-macam untuk para pemula. Berawal dari sandang, pangan , atau papan serta kebutuhan mendasar manusia yang lain seperti pendidikan, rekreasi dan usaha yang menjadi pendukung kebutuhan tersebut.

Begitupun ketika akan mempromosikan produk. Beberapa petunjuk praktis dikemukan dengan jelas oleh penulis. Termasuk ketika menghadapi persaingan dan hal-hal yang mungkin saja terjadi seandainya pemasaran berhasil dilakukan. Perpaduan yang baik diperlukan dari 4 hal yang sangat penting, yakni produk, harga , tempat dan pemasaran. Empat hal itu sangat berguna memajukan sebuah usaha.

Bila usaha semakin berkembang tentunya dibutuhkan karyawan yang pintar mengelola. Buku ini juga memberitahukan beberapa kriteria yang dapat dijadikan tips bagi para pelaku usaha dalam menentukan karyawan sebagai asset dalam usahanya. Begitupun saat mendelegasikan pekerjaan, sehingga sebagai owner , tidak selalu hadir diperusahaan karena sudah dikelola oleh beberapa karyawannya.

Buku ini juga memuat kisah dan data mengenai mengelola keuangan , mengontrol usaha agar berjalan lancar, mengelola produk dan seandainya gagal menjalankan bisnis. Bukan hanya pengetahuan yang bisa diperoleh tetapi juga sebuah tindakan yang akan dilaksanakan setelah selesai membaca buku ini. Memulai bisnis dari Nol, tidak ada salahnya dicoba, kan?

Jkt, 22 April 2011
Oleh : Veronica Setiawati
Mail to : mawarputih23@gmail.com

>SELAMAT PANJANG UMUR – by Andar Ismail

>

Resensi Buku II
SELAMAT PANJANG UMUR – by Andar Ismail
ISBN : 978-979-415-827-2
Judul buku : Selamat Panjang Umur : 33 renungan tentang hidup/oleh Andar Ismail, Cet. 13 – Jakarta : Gunung Mulia, 2007. Viii, 150 hlm; 21 cm.
Penerbit PT. BPK Gunung Mulia – Jl. Kwitang 22 – 23 Jakarta 10420
Ketika awalnya melihat buku ini bertengger manis di rak toko buku, saya bermaksud untuk memberikannya kepada seorang teman sebagai hadiah. Sebab teman saya sedang berulang tahun. Maksud hati ingin memberi, namun sepertinya hadiah saya ditolak secara halus. Ya sudah daripada dibuang di tempat sampah, saya simpan saja buku ini dan membacanya sampai habis.
Kata pengantar yang indah ditulis serta spasi yang tidak terlalu rapat serta font tulisannya yang besar, membuat saya senang membacanya.  Awal dari kata pengantar yang sangat mengajak pembaca untuk tidak cepat-cepat menutup buku ini. Satu paragraph tertulis disana “Untuk maksud itulah buku ini ditulis, yaitu mengajak Anda mereflesikan kedalaman hakikat dan arti hidup.” ( hal vii ) . Namun sayang, jika ingin menghubungi penulisnya tidak tercantum alamat emailnya kecuali email penerbit. Mungkin juga, pada tahun 1995 saat buku ini pertama kali diterbitkan , internet belum terlalu popular seperti sekarang ini.
Cover buku sederhana sekali hanya berwarna hijau dan bergambar sebuah pohon bonsai tanpa pot. Di cover belakang sebuah perkenalan singkat Andar Ismail serta testimoni umum mengenai bukunya yang merupakan kumpulan renungan Seri Selamat. Di buku ini merupakan salah satu buku seri selamatnya, Selamat Panjang Umur yang terdiri dari 33 judul renungan.
Awal renungannya yang ia tulis di bukunya ini berisi tentang sebuah refleksi “Apa Arti Hidup?” Seberapa lama umur manusia dan apa saja yang sudah dilakukannya sepanjang hidup. Sampai pada sebuah kesimpulan bahwa hidup manusia bukan diukur dari panjang atau pendeknya umur melainkan dari isinya.
Tiap renungan berisi hal yang baru dan berbeda temanya. Penulis banyak  mengadopsi tuilisannya dari kisah sehari-hari, mitos atau dongeng rakyat , cuplikan sejarah serta ilustrasi cerita yang menarik. Sehingga siapapun yang membacanya akan merasa santai seperti membaca sebuah dongeng yang sarat nilai dan makna yang mendalam.
Buku Andar Ismail merupakan sebuah buku rohani Kristiani. Terdapat ayat-ayat pendukung dari Alkitab yang dikutip guna mempertegas renungannya. Buku Selamat Panjang Umur sepertinya mengajak pembacanya, bila hendak mendapatkan umur panjang supaya lebih banyak bersyukur, berserah kepada Tuhan, tidak terlalu berpegang erat pada harta duniawi, dan mengasihi sesama manusia.
Contohnya adalah ketika penulis menceritakan persahabatannya dengan Syarif, sahabatnya yang berbeda keyakinan dengannya. Karena begitu dekatnya hingga ia menggunakan nama sahabatnya tersebut untuk nama anaknya.
Seperti yang penulis tuturkan dalam lembar terakhir bukunya. Perjalanan hidup memerlukan tujuan yang jelas dan motivasi yang kuat. Perjalanan hidup bukan asal jalan dan asal maju. Tuhan masih memberikan umur panjang maka sepantasnya kita jalani hidup ini agar menjadi berkat untuk orang lain. Mari kita syukuri umur kita. “ SELAMAT PANJANG UMUR”
Jkt, 20 April 2011
Oleh : Veronica Setiawati

>Buku Bacaanku Yang Pertama

>Resensi Buku I
Buku Bacaanku Yang Pertama

Ketika saya sedang membereskan isi lemari di kamar, banyak sekali buku disana. Selain buku, ada juga beberapa Koran dan majalah serta barang-barang lain yang sudah usang. Saya mengumpulkan dan memisahkan buku dari Koran dan majalah serta barang-barang yang lain.

Selesai beres-beres, ternyata yang saya lihat tumpukan buku sudah meninggi. Karena penasaran, saya melihat kembali buku apa saja yang pernah saya beli atau mungkin ada beberapa buku dari pemberian teman. Saya hanya geleng-geleng kepala melihat tumpukan buku dihadapan saya hingga dua baris.

Diantara buku-buku yang tersebut, terselip sebuah buku yang sudah lama. Saya teringat buku tersebut adalah buku pertama yang saya miliki. Buku tersebut dibelikan oleh alm. Bapak saya usai misa di Aula Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu. Buku yang mempunyai 111 halaman tersebut, merupakan sebuah buku saku yang berjudul “Damai Bagimu-Katekismus Katolik”.

Saya sebenarnya yang memilih buku tersebut karena saat itu saya masih belajar pendalaman iman katolik untuk menyambut komuni. Dan saya membutuhkan bacaan sesuai yang saya pelajari. Eh pas ada yang jual buku di aula tersebut saya minta bapak untuk membelikannya.

Waktu itu saya masih kelas tiga SD dan ada satu lagi buku yang saya beli. Buku tersebut adalah sebuah buku komik cerita perjanjian lama. Sekarang entah dimana buku tersebut. Lagipula buku komik tersebut sudah terbelah dan beberapa halaman sudah robek ataupun hilang. Sehingga rangkaian cerita yang disuguhkan oleh buku tersebut ada yang terputus.

Sampul cover sudah berubah warna menjadi kuning kecoklatan seperti terkena lumpur , demikian juga dengan lembaran buku tersebut. Cover belakang buku ini pun sudah hilang, tersobek dan entah dimana. Saya tersenyum karena melihat tulisan saya di bagian akhir lembaran. Di sana tertulis “Punya Vero jangan diambil.”, dengan tulisan yang besar, huruf cetak. Maklum saja , di kelas tiga lah saya boleh menulis dengan menggunakan pulpen oleh guru saya.

Lembar pertama setelah cover ada juga tulisan dari nama saya dan harga buku Rp 800,-. Sangat murah bila dibandingkan dengan harga buku saat ini. Cover buku bergambarkan suasana perjamuan terakhir Yesus dan murid-muridnyadisebuah rumah yang terkunci dari dalam. Diluar rumah tersebut ada sebuah danau dan perahu nelayan yang berlatar perbukitan.

Buku ini disusun oleh team STFT “Suryagung Bumi” Bandung dan penerbitnya Kanisius. Buku yang saya punya ini, merupakan cetakan kedelapan, tahun 1985 dari terbitan pertama tahun 1977. Cukup lama ya, sudah hampir 34 tahun usianya. Berarti sudah termasuk sejarah donk, karena sudah langka dan tidak terdapat di toko buku lagi. 😀

Isi buku ini terdiri atas lima bagian dan masing-masing bagian terdiri atas beberapa bab. Tetapi untuk bab yang berisi tentang sakramen ada enam pasal yang dijelaskan. Penutup buku diisi dengan doa-doa harian. Dari isi pendahaluan sudah menceritakan mengenai hidup manusia yang penuh misteri dengan pengalaman hidup yang pernah terjadi. Semua misteri tersebut dapat terjawab seandainya ada jawaban. Lalu manusia mulai beriman dan dapat mengetahui siapa itu Allah yang sesungguhnya. Sampai pada akhirnya ada tanya jawab diakhir renungan.

Bahasa yang ditulis sangat sederhana dan mudah dicerna apalagi oleh saya yang waktu itu hanya anak SD. Penjelasan atau jawaban singkat disertai ayat-ayat pendukungnya yang berasal dari Alkitab. Pertanyaan dan jawaban yang ditulis juga beragam yang intinya mengenai seputar gereja, sakramen, tentang Yesus, jalan hidup seorang Kristiani, hidup bermasyarakat dan harapan seorang Kristiani tentang hidup yang kekal.

Bila ingin mengetahui lebih lanjut mengenai buku ini , berikut informasinya:
Judul buku : Damai Bagimu – Katekismus Katolik
Disusun oleh : team STFT “Suryagung Bumi”
Penerbit : Kanisius, Jl. Senopati 24 – Yogyakarta
Imprimatur : Dr. Th. Huijbers OSc censor libr. Bandung 25 Mei 1977

Jkt, 20 April 2011
Oleh : Veronica Setiawati
mail to : mawarputih23@gmail.com

Pantai Timur Pangandaran.

Pantai Pangandaran

Sekitar 6-7 jam waktu yang ditempuh menuju pantai Pangandaran yang elok ini dari kota Jakarta. Pantai Timur Pangandaran atau yang disebut pantai nelayan mempunyai daya tarik sendiri yang tak mungkin dilupakan bagi pengunjung.

Di sini jika cuaca sedang bagus , sunrise terindah akan terlihat begitu eksotisnya. Pengunjung akan dimanjakan juga dengan seafood yang menggugah selera.

Selain pantai, terdapat juga sebuah cagar alam yang menyimpan tempat yang kalah seru untuk kunjungi.  Didalam cagar alam ini, goa-goa yang masih alami, bunga raflesia serta air terjun dengan petualangan yang menarik dan akan bertemu dengan kera-kera yang lincah.

Penulis dan pengirim foto : Veronica Setiawati

Test Upload

Sedang mencoba test upload dari blog yang baru https://g1g1kel1nc1.wordpress.com

sedang mencari konsep apa yang ingin dituangkan dalam blog baru saya ini.

Suting semua menu yang ditawarkan oleh wordpress sampai beli buku panduannya , bikin penasaran.

Tapi setidaknya coba dulu di test apa pendapat orang dan bagaimana tampilan dari blog baru saya ini. Apa yang perlu direvisi atau ada yang perlu ditambahkan.

selamat datang para tamu ku di “dunia menulis”

veronica .s

*dengan senyum yang paling lebar*